admin/ July 9, 2019/ BERITA RUPBASAN KELAS I BANDUNG/ 0 comments

Rumah  Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Bandung menjadi tuan rumah kegiatan Konsultasi Teknis (Konstek) Sosialisasi Pedoman Pendataan Benda Sitaan  dan Barang Rampasan Negara (Basan Baran) berbasis IT jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat (Kemenkumham Jabar),(Jumat, 01/03/2019).

Kegiatan konstek tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Rupbasan dan operator di kantor Rupbasan di lingkungan Kantor Kemenkumham Jabardan dihadiri oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (KadivPas), Abdul Aris.

Kegiatan dibuka dengan laporan kegiatan oleh Kepala Bidang Kemanan, Kesehatan, Perawatan narapidana/ tahanan dan Pengelolaan Basan Baran, Damari selaku ketua pelaksana kegiatan.

“Kegiatan ini dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia RI Nomor: M.HH-11.PR.01.03 Tahun 2018 tentang Target Kinerja Kementerian Hukum dan Hak azasi Manusia tahun 2019, diantaranya adalah meningkatkan fungsi pengelolaan basan baran dalam rangka jaminan perlindungan atas bukti yang disita atau dirampas agar terjaga nilai dan keutuhannya sebagai wujud implementasi Peraturan Menteri dan HAM Nomor 35 tahun 2018 tentang Revalisasi Penyelenggaraan pemasyarakatan.”Jelas Damari.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan bagi para Petugas Pelaksana Pengelolaan basan batan khususnya pendataan basan baran yang berbasis IT pada UPT Rupbasan dijajaran Kantor Wilayah Kemenekumham Jabar.

Pada sambutannya dikegiatan tersebut, Kepala Divisi Pemasyarakatan Abdul Aris menyampaikan, “Pengelolaan basan baran adalah tugas dari Rupbasan dalam upaya menjaga keutuhan mutu dan kualitas barang bukti dalam proses peradilan.”

“Sesuai dengan isi Revitalisasi Pemasyarakatan maka pendataan dan pengelolaan basan baran harus sudah mulai memakai sitem barcode dan mulai dilakukan data terintegrasi antara Rutan dan Rupbasan,  untuk itu dengan diselenggrakannya kegiatan ini diharapkan ada kesamaan persepsi dan keseragaman dalam pelaksanaan pengelolaan basan baran khususnya dalam pendataan basan baran berbasis IT.”ujar Abdul Aris. (red/foto : Mia/Adb).

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*